Wednesday, February 6, 2019

Mari Berbisnis dan Mari Sukses

Dewasa ini bisnis telah menjadi ranah yang populer dikalangan setiap orang. Didukung dengan perkembangan teknologi keberadaan sebuah bisnis menjadi sangat diminati oleh semua orang dari mulai bisnis yang kecil hingga bisnis yang besar. Tidak heran banyak orang mulai berani menjalankan sebuah bisnis karena sulitnya mencari lapangan pekerjaan dan upah yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Namun kembali kepada diri masing-masing untuk memulai sebuah usaha. Tentunya diperlukan sebuah ide atau gagasan dan pandai membaca Peluang usaha untuk memulai segalanya.

Ketika berbicara masalah usaha tentunya tidak lepas dengan yang namanya modal. Banyak orang berpendapat bahwa harus ada modal untuk memulai sebuah usaha. Kali ini pendapat tersebut akan sedikit kita ubah dengan harus ada usaha untuk memperoleh modal usaha. Dengan ini kita tidak perlu ragu untuk memulai bisnis yang kita inginkan. Saat ini bukan menjadi sebuah hal yang aneh membuka sebuah usaha tanpa modal. Kembali pada perkembangan teknologi yang terjadi saat ini tidak menutup sebuah kemungkinan untuk menjalankan usaha tanpa modal. Tentunya kita harus memiliki Ide peluang usaha dan semangat untuk menjalankannya. Contohnya dalam dunia internet terdapat beragam cara untuk mendapatkan uang hanya bermodalkan gadget serta kemampuan yang kita miliki sudah bisa menghasilkan uang. Logikanya saat kita mulai mendapatkan uang dari usaha yang kita jalankan disitulah mudal mulai terkumpul untuk membuka usaha yang lebih besar.

Didalam dunia internet kita bebas berapresiasi. Ketika yang lain hanya menikmati fasilitas yang ada diinternet disitulah ide peluang untuk mendapatkan keuntungan muncul. Akan tetapi kita juga harus memikirkan konten apa yang akan ditulis. Hal ini sangat berpengaruh dalam perkembangan usaha. Konten yang positif, menarik dan mendidik tentunya akan memiliki pengunjung yang banyak. Hal ini akan menakkan rating anda sehingga akan lebih mudah anda mendapatkan keuntungan dari usaha yang anda jalankan.

Wednesday, January 9, 2019

Kehidupan Manusia Purba Indonesia

Salam Histori.....

Manusia purba merupakan bentuk awal dari sejarah manusia yang hidup pada masa praaksara. Sering dikatakan sebagai prehistoric people karena bentuknya lebih menyerupai manusia namun belum mengenal akan tulisan dan pekerjaan. Diperkirakan manusia purba sudah ada dibumi sekitar 4 juta tahun yang lalu.

Manusia pruba memiliki volume otak yang cenderung kecil tetapi lebih besar dibandingkan hewan. Oleh karena itu pemikirannya bisa dibilang masih sederhana atau primitif. Mereka hidup dengan cara berburu dan meramu serta selalu berpindah-pindah (nomaden). Berdasarkan bukti yang ditemukan mereka hidup berkelompok dan gua menjadi tempat mereka berlindung. 

Lambat laun jumlah mereka yang mekin bertambah, mereka mulai pandai beradaptasi dengan alam lingkungan. Pada zaman Neolithikum mereka sudah mulai menetap dan belajar bercocok tanam untuk bertahan hidup. Selain itu perundagian (tukang) sudah mulai menjadi mata pencaharian. Hal tersebut dbuktikan dengan seni pahat batu yang ditinggalkan.

* Jenis Manusia Purba Di Indonesia

a. Meganthropus Paleojavanicus
Meganthropus Paleojavanicus berasal dari dua kata yang artinya Meganthropus = manusia yang bertubuh besar, dan Paleojavanicus = Jawa Purba jadi arti keseluruhannya adalah manusia purba jawa bertubuh besar. 
Manusia purba jenis ini diyakini sebagai manusia tertua yang pernah ada di pulau jawa. Argumen tersebut dibuktikan dari teori dan penelitian Von Koenigswalg. Beliau menemukan fosil dari Meganthropus tepat di Sangiran pada tahun 1936-1941. Ciri-ciri fosil menerangkan dengan jelas bahwa tengkorak tersebut mengacu pada manusia jenis  Meganthropus. Ciri-cirinya geraham yang besar, tulang pipi tebal, tonjolan kening yang mencolok dan tonjolan belakang kepala yang tajam serta sendi-sendi yang besar.

b. Pithecanthropus

Pithecanthropus dapat dikatakan sebagai manusia kera. Manusia jenis ini diperkirakan hidup di zaman Paleolithikum. Ditemukan pertama kali oleh Eugene Dubois  pada tahun 1891, berupa bagian rahang, gigi dan sebagian tengkorak. Fosil tersebut dinamai sebagai Pithecanthropus Erectus yang artinya manusia kera yang berjalan tegak dengan dua kaki. Manusia ini diperkirakan hidup sekitar 700.000 tahun yang lalu.  Sekarang memiliki nama ilmiah yaitu homo erectus yang memiliki ciri-ciri tinggi badan antara 165-180 cm, volume otakan tara 750-1300 cc dan berat badan 80-100 kg. 
Dalam sumber yang lain mengatakan bahwa manusia jenis ini merupakan manusia yang mengenal api sehingga terdapat perubahan pola mencari makanan yaitu dari mengandalkan hasil alam menjadi berburu binatang lainnya.
Manusia pithecanthropus jenis lain juga ditemukan di Mojokerto dan Solo yang kemudian memiliki
nama Pithecanthropus Mojokertensis (Mojoketo) dan Pithecanthropus Soloensis (Solo).

c. Homo Sapiens

Manusia jenis ini bisa dikatakan sebagai manusia modern. Bentuknya sudah menyerupai manusia sekarang. Homo Sapiens sering dikatakan sebagai manusia berbudaya karena benda-benda yang ditinggalkan lebih berbudaya daripada manusia sebelumnya. Diduga manusia ini lah yang dikatakan sebagai nenek moyang manusia.
Fosil Homo Sapiens ditemukan di Wajak, Tulung Agung, jawa Timur, Indonesia oleh Von Rietschoten pada tahun 1889. Manusia purba ini memiliki tinggi badan 130-210 cm, berat badan 30-150kg, dan volume otak 1350-1450 cc & diperkirakan hidup antara 25.000 – 40.000 tahun yang lalu.

Tuesday, January 8, 2019

Menjadikan Perjalanan Lebih Baik dan Nyaman

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki beragam adat istiadat, budaya yang berbeda-beda dan sangat menarik. Selain itu di Indonesia juga terdapat banyak wisata yang sangat menarik mulai dari ujung Sumatera hingga Irian Jaya. Pesona alam Indonesia hingga saat ini juga masih alami dilihat dari populasi flora dan fauna yang masih beranekaragam.

Berbicara masalah pariwisata tentunya tidak lepas dari fasilitas kendaraan. Selepas dari destinasi yang menjadi tujuan, kendaraan menjadi poin penting yang perlu diperhatikan. Karena tingkat kenyamanan dalam perjalanan memberikan pengaruh bagi para wisatawan. Fasilitas kendaraan sangat pengaruh bagi kenyamanan wisatawan. Pada umumnya ketika kendaraan kurang nyaman kondisi penumpang akan drop terlebih dahulu sebelum sampai ditempat tujuan. Akibatnya para wisatawan kurang bisa maksimal menikmati indahnya tempat pariwisata.

Khususnya para penduduk Jawa Barat tidak perlu khawatir. Rental mobil cirebon menyediakan beberapa armada yang bagus dan memenuhi standart. Sewa mobil cirebon memberikan pelayanan yang baik sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Tidak hanya berwisata tetapi juga bisa digunakan untuk urusan bisnis, berziarah dan lain sebagainya. 

Berlokasi di Cirebon perusahaan rental mobil ini sudah dikenal memiliki tarif yang murah. Armada yang digunakan diatas tahun 2012 tentunya akan memberikan kenyamanan lebih terjamin. Untuk itu bag masyarakat khususnya yang berada di Cirebon dan sekitarnya bisa memanfaatkan jasa sewa mobil tersebut. Bagi yang membutuhkan bisa hubungi kontak person dibawah.

Contact Person;
- Phone : 08156407913/081298476511
- WA     : 082120982211

Wednesday, December 5, 2018

Periodisasi Zaman Praaksara (Arkeologis)

Salam Histori.....

Pembabakan masa lampau memang memerlukan penelaahan yang detail. Pada lembar sebelumnya telah membahas mengenai zaman praaksara ditinjau dari ilmu geologi. Selanjutnya akan dibahas menggunakan kacamata arkeologi.

Arkeologi merupakan disiplin ilmu yang membahas kehidupan berdasarkan peninggalan yang dihasilkan oleh manusia. Berdasarkan penemuan benda yang ditinggalkan akan dibedakan menjadi dua zaman yaitu zaman batu dan zaman logam.

1. Zaman Batu
Zaman batu merupakan zaman dimana segala macam yang menunjang kehidupan manusia pada saat itu manggunakan batu. Pada zaman ini dibedakan menjadi 3 zaman yaitu;

a) Zaman Batu Tua / Palaeolithikum
Dikatakan zaman batu tua karena zaman diperkirakan sekitar 600.000 tahun yang lalu. Kehidupan manusia pada saat itu masih dalam keadaan berpindah-pindah (nomaden) untuk bertahan hidup. Kehidupannya masih sangat bergantung dengan kondisi alam. Dimana ketika tempat yang mereka tempati sudah mulai habis sumber dayanya mereka akan berpindah pada tempat yang memiliki sumber daya yang melimpah (food gathering). Mereka mencari makanan dengan mengumpulkan buah-buahan dan berburu binatang. Peralatan yang digunakan semuanya terbuat dari batu. Salah satu contohnya adalah kapak genggam (chopper). Peralatan yang lain adalah tanduk binatang serta alat serpih (flake) yang berguna untuk menguliti binatang hasil buruan. Kharakteristik benda peninggalan zaman batu tua masih terbilang kasar.

b) Zaman Batu Pertengahan / Mesolithikum

Mesilithikum merupakan zaman pertengahan setelah zaman batu tua yang diperkirakan sekitar 20.000 tahun silam. Corak kehidupan pada saat itu hampir sama dengan zaman batu tua akan tetapi mereka sudah mengenal kebudayaan. Alat yang digunakan untuk bertahan hidup masih sama akan tetapi bentuknya sudah mulai halus dan lebih baik. Pada zaman ini manusia menggunakan gua untuk berlindung dan beberapa dari mereka sudah mulai mengenal seni. Hal tersebut dibuktikan dengan penemuan Kjokkenmoddinger (sampah dapur) dan lukisan pada dinding gua yang mereka tempati.

c) Zaman Batu Muda / Neolithikum

Pada zaman batu muda kehidupan manusia sudah tidak lagi berpindah-pindah. Mereka sudah mulai menetap disuatu tempat. Akan tetapi kegiatan berburu masih dilajutkan. Sehingga dari sistem food gathering berubah menjadi food producing. Mereka sudah mengenal cocok tanah walaupun masih sangat sederhana. Peralatan yang digunakan masih dari batu akan tetapi sudah diasah halus.

d) Zaman Batu Besar / Megalithikum
Pada zaman megalithikum manusia mulai memiliki kepercaan terhadap sesuatu yang sudah mati. Jadi intinya zaman batu besar dibangun atas konsep kepercaan antara yang masih hidaup dengan yang sudah meninggal memiliki pengaruh terhadap kesejahteraan dan kesuburan tahan. Selain bercocok tanam manusia pada saat itu sudah mengenal perundagian (tukang). Bangunan yang dihasilkan pada zaman megalith sangat banyak seperti;
- Punden Berudak
Bangunan ini digunakan sebagai sarana untuk memuja leluhur. Berbentuk tumpukan batu yang diatasnya terdapat menhir. Benda ini dapat ditemui di Kosala, Arca Domas (Banten).
- Menhir
Berupa bangunan batu yang berditi tegak dan panjang menjulang tinggi sebagai sarana penghormatan. Selain itu sebagai tempat roh sekaligus lambang orang yang sudah mati. Pada upacara perhormatan, menhir juga digunakan untuk menambatkan hewan seserahan.
- Dolmen
Dol=meja dan men=batu, dapat  diartikan meja batu yang memiliki permukaan datar. Fungsinya untuk meletakkan sesaji dan sebagai tempat duduk ketua suku berkat magis dan leluhurnya.
- Sarkofagus
Sarkofagus merupakan peti mati yang terbuat dari batu. Mayat dimasukan dalam batu yang sebelumnya dilubangi dan kemudian ditutup dengan batu lain. Pada sarkofagus biasanya dipahat berupa topeng atau kedok yang memiliki fungsi untuk melindungi roh dari gangguan ghaib.
-Kubur Batu
Sama seperti sarkofagus akan tetapi dibuat dari papan batu. Benda ini dapat ditemukan di Pasemah (Sumatra Selatan) dan Gunung Kidul.
-Arca Batu
Arca batu dibuat sederhana untuk menggambarkan leluhur. Arca kebanyakan berbentuk binatang seperti monyet, gajah dll.
- Waruga
Petimati yang sama seperti sarkofagus. Hanya yang membedakan adalah posisi mayat didalam. Jika pada sarkofagus mayat dalam posisi berbaring meringkuk, pada waruga posisi mayat jongkok terlipat. Waruga ini hanya bisa ditemukan di Minahasa.
2.Zaman Logam

Dari namanya berarti perkembangan zaman batu sudah menginjak zaman logam. Artinya alat yang digunakan dalam kehidupan sudah memakai bahan logam. Disini pekerjaan jenis undagi / tukang mulai naik daun. Sehingga pada saat itu manusia mulai mengerti cara melebur, mencetak, menempa dan menuang.
Sebenarnya zaman logam terbagi menjadi tiga yaitu zaman tembaga, perunggu dan besi. Akan tetapi di Indonesia hanya mengalami zaman perunggu dan besi saja. 
a) Zaman Perunggu
Pada zaman itu dikenal dengan logam campuran antara tembaga dan timah hitam yang menghasilkan perunggu. Hasil perundagian pada masa itu adalah bejana perunggu, nekara, kapak corong dan manik-manik.
b) Zaman Besi
Zaman besi merupakan akhir dari zaman prasejarah. Beberapa bahkan semua alat yang igunakan untuk menunjang kehidupan sudah beralih menggunakan besi. Bahkan hingga saat ini besi masih digunakan.

Monday, December 3, 2018

Batik Dan Indonesia

Indonesia merupakan negara yang memiliki aneka ragam budaya dan adat istiadat. Selain itu setiap adat di Indonesia masing-masing mempunyai khas yang identik khususnya pakaian yang dikenakan.

Khususnya dipulau Jawa memiliki pakaian adat khas yaitu batik. Berdasarkan perkembangannya batik sudah ada sejak kerajaan Majapahit dan kemudian berkembang hingga saat ini. Batik yang dihasilkan dahulu berupa baik cap dan batik tulis yang dikenal setelah perang dunia I sekitar tahun 1920. 

Dewasa ini Batik Modern telah berkembang sesuai dengan zaman. Pembuatannya sudah memakai alat yang cukup maju. Sehingga menghasilkan corak dan kualitas yang bagus. Ketika kita mulai memasuki Pekalongan, Yogyakarta dan Solo akan ditemukan berbagai macam jenis batik yang berkualitas.

Melihat dari perkembangannya pakaian adat ini sudah familiar dengan orang Indonesia bahkan batik sudah dikenal dikalangan Internasional. Model baju batik telah mengikuti gaya fashion yang tidak kalah dengan mode saat ini. Pemakaiannya sangat cocok dalam acara formal. Bahkan pakaian batik akan memberikan nuansa yang wibawa bagi siapapun yang menggunakannya. Untuk itu sebagai orang Indonesia mari kita lestarikan budaya peninggalan zaman dulu agar keberadaannya selalu eksis dan tetap menjadi identitas negeri.

Saturday, December 1, 2018

Periodisasi Zaman Praaksara (Geologis)

Salam Histori....

Pada lembar sebelumnya tertulis bahwa periodisasi masa praaksara dapat dilakukan secara geologis, arkeologis dan perkembangan kehidupan manusia. Kali ini akan dijelaskan mengenai periodisasi secara geologis. Sebelum masuk dalam pembahasan harus diketahui apa pengertian dari kata geologis.

Geologis merupakan disiplin ilmu yang membahas mengenai bumi secara keseluruhan. Berdasarkan hal tersebut, bumi dikatakan terbagi menjadi empat zaman yaitu zaman arkaekum, palaeozoikum, mesozoikum, dan neozoikum. Berikut ulasan mengenai pembabakan empat zaman diatas.


1. Arkaekum

Zaman arkaekum merupakan zaman pertama dimuka bumi. Masa ini berlangsung selama kurang lebih 2500 juta tahun. Pada saat itu kondisi bumi masih dikatakan sangat panas dan belum ada tanda-tanda dari kehudupan.

2. Palaezoikum

Zaman setelah arkaekum yang berlangsung kira-kira sekitar 340 juta tahun. Pada masa ini kondisi bumi sudah mulai membaik dan mulai ada tanda-tanda kehidupan. Namun kehidupan yang ada pada masa ini adalah makhluk mikro organisme, reptil, ampibi, ikan dan hewan avertebrata (tidak memiliki tulang belakang). Selain itu masa ini sering disebut dengan zaman primer.

3. Mesozoikum

Mesozoikum berasal dari kata meso dan zoikum yang artinya meso berasal dari kata medium/pertengahan dan zoiku sendiri berarti zaman. Jadi dapat dikatakan bahwa zaman ini adalah zaman pertangahan atau zaman sekunder. Adapun kondisi bumi makin membaik lagi dan hewan baru muncul seperti spesies burung dan mamalia menyusui. Munculnya spesies baru menandai akhir dari kehidupan reptil yang ada. Masa ini berlangsung sekitar 140 juta tahun.

4. Neozoikum

Kata neo pada kalimat neozoikum berart new/baru. Oleh karena itu zaman ini sering disebut dengan zaman baru. Pada zaman baru ini masih terbagi menjadi dua yaitu zaman tersier (ketiga) dan quaret (keempat).
(a)Zaman Tersier (Ketiga)
Masa yang berlangsung kira-kira sekiar 60 juta tahun yang ditandai dengan kehidupan mamalia menyusui seperti kera.
(b)Zaman Quarter (Keempat)
Masa ini sering dikatakan masa yang terpenting karena kehidupan manusia sudah ada di zaman ini. Dalam perkembangannya zaman ini terbagi lagi menjadi 2 yaitu Pleistocen dan Holocen. Zaman Pleistocen atau Dilluvium berlangsung selama 600.000 juta tahun yang ditandai dengan munculnya peradaban manusia purba. Zaman Holocen atau Alluvium yang berlangsung selama 20.000 juta tahun yang berkembang kira-kira hingga saat ini. Cirinya ditandai dengan munculnya manusia jenis homosapiens yang memiliki ciri-ciri seperti manusia modern sekarang.

Demikian sedikit penjelasan zaman praaksara berdasarkan ilmu geologis. Semoga berguna dan bermanfaat dalam rangka belajar ilmu sejarah.

Thursday, November 29, 2018

Periodisasi Zaman Praaksara (Missing Link)

Salam Histori.....

Menyambung artikel pembahasan pada postingan yang lalu mengenai definisi zaman praaksara Indonesia, sekarang akan berbicara masalah periodisasi zaman praaksara Indonesia. Namun sebelumnya akan dijelaskan bahwa memasuki zaman praaksara merupakan zaman dimana ketika itu sudah ada kehidupan manusia.

Sering menjadi sebuah pertanyaan ketika sejarah dilihat dari sisi lain yaitu oleh ilmu agama bawasanya manusia yang ada dimuka bumi pertama kali adalah Adam dan Hawa, Sedangkan ilmu sejarah mengatakan bahwa manusia yang hidup dimuka bumi ini adalah manusia sejenis kera yang berevolusi, apakah Adam dan Hawa adalah kera? Tunggu dulu, persepsi itu adalah salah.

Berbicara masalah sejarah berarti berbicara masalah kronologi. Ilmu sejarah memiliki fase-fase dalam penelitiannya. Sejarah mengatakan bahwa kehidupan muncul pertama di muka bumi adalah hewa bersel satu yang kemudian berkembang menjadi hewan-hewa besar (Dinosaurus) dan hewan lainnya. Dari situlah teori evolusi manusia berasal dari kera muncul. Akan tetapi perlu diketauhi bahwa setelah itu terjadi kerusakan hebat di bumi yang mengakibatkan seluruh makhluk hidup musnah. Periode ini disebut missing link dimana pada saat itu tidak ada kehidupan sama sekali. Setelah itu muncul kehidupan lagi dan teori Adam dan Hawa muncul oleh disiplin ilmu agama.

Pembabakan atau yang kita sering sebut periodisasi dibagi menjadi 3 pembabakan. Oleh karena itu pembentukan bumi akan dibahas melalui ketiga ilmu tersebut yaitu  secara Geologis, Arkeologis dan perkembangan kehidupan manusia. 

Ilmu Geologi merupakan ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan. Disini nanti akan membahas mengenai bumi yang terbagi enjadai 4 zaman yaitu Arkaekum, Palaezoikum, Mesozoikum dan Neozoikum. Kemudian Arkeologis akan membahas kehidupan masa lampau berdasarkan benda-benda yang ditinggalkan pada masa lalu. Dan yang terakhir perkembangan kehidupan manusia akan membahas mengenai interaksi dan kegiatan manusia pada zaman itu.

Oke sekian penjelasan singkat awal mengenai periodisasi. Penjelasan detail mengenai periodisasi zaman praaksara akan dibahas pada lembar berikutnya.